Senin, 12 Mei 2008

Metafora Birahi Maut & Manifesto Penjiplak Lonte

Saksi Korban :Dino F Umahuk
Tersangka : Heru Hastowo & Ihsan Ma'zhumi
Kasus : Penjiplakan Puisi

In Apresiasi-sastra@yahoogroups.com
telah ditemukan sajak-sajak Dino F umahuk yang telah dijiplak

Metafora Birahi Laut *sudah dibukukan

Manifesto Perempuan Lonte *sudah dibukukan

cek saja di Birahilaut.multiply.com


Tidak perlu dibandingkan tapi baca saja milik Para Pelaku ini, tanpa perlu diutak-atik mereka bergaya dengan hasil karya orang lain.

Metafora Birahi Laut

Ini birahi tumbuh dari laut
ketika ombak pasang
dan badai melarungkan segumpal kemesraan
ke dalam jasad yang bernama Adam

Ini birahi datang dari laut
ketika langit merah saga
dan senja melabuhkan dahaga ke dada laki-laki
yang bernama anak Maluku

Ini puisi tak sekadar kata
Ia tumbuh berbunga mantera
ketika musim telah tiba
Janji kan dia tunaikan di rahim perempuan

Ini cinta tidak biasa
Ia lahir dari birahi laut
ketika ombak bersetubuh dengan pantai
dan dupa menguap dari ketiak malam

Dijiplak oleh Heru Hastowo


Dan Ini....

Manifesto Perempuan Lonte

Agustus 11, 2007

Ku kibarkan celana dalam di jalan-jalan yang mereka
lalui
Di sofa empuk jok depan mobil juga papan nama kantor
Jangan ingkari kami dibalik daster para istri
Bukankah semalam kita bergumul di ranjang yang sama
Sebelum buru-buru mandi kucing karena telepon
genggammu berbunyi
Panggilan pulang dari istri

Woe..ini dia celana dalam perempuan yang kalian sebut
lonte
Ini dia tubuh bugil yang kalian peluk di balik ketiak
para bini
Ini dia lendir yang kalian selipkan di liang tanpa
dosa

Jika malam tiba berton-ton kondom kalian sumpalkan ke
selengkangan kami
Besok pagi-pagi bocah cilik pinggir kali meniupnya
sebagai balon
Beterbanganlah dia ke jendela-jendela kantor
Ke ruang-ruang rapat ke langit-langit kebohongan

Mari sini kalian
Jangan pasang muka jijik jika ada para bini
Kami tak menuntut gaji sebulan tak butuh jalan-jalan
Hanay kita saling tau seberapa tenaga tersisa dari
perut yang membuncit

Ku kibarkan celana dalamku sebagai tanda merdeka
Bahwa republik ini tak hanya ada mimpi
Tapi juga desahan kami di setiap malam-malam panjang

Silahkan pak, masih ada setumpuk kondom
Bapak mau yang rasa apa

Dijiplak oleh Ihsan Ma'zhumi
Dilahirkan dan kemudian diberi nama itu, dibesarkan di keluarga melayu yang bertempat tinggal di daerah berpenduduk mayoritas jawa, aku belajar bernafas, merangkak, berjalan dan mencari nama baru.


Entahlah apa yang ada dipikiran keduanya ketika Memboyongnya tanpa mencantumkan nama penulis asli. Apa mungkin mereka tidak tahu jika menulis itu membutuhkan banyak usaha dan pikiran. Atau mereka lupa bagaimana menghargai sebuah karya?


Tidak ada komentar: