Kamis, 15 Mei 2008

Donny Anggoro Tukang Contek Senior

In Apresiasi-Sastra@yahoogroups.com,
Sent: Tuesday, January 29, 2008

Investigasi dan Visum :Mikael Johani
Korban : Wawan Eko Yulianto
Tersangka : Donny Anggoro
Kasus : Plagiat Resensi

Setelah kejahatan erwin arianto pada malaikat kecil dan apologianya yang full of shit dan seharusnya tidak boleh kapanpun dimaafkan tapi kelihatannya segudang orang di apsas ini peduli pun tidak, sekarang ini:

Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui pada prosa Indonesia hari ini, maka Turquoise adalah sebuah penyegaran dan alternatif baru bagi kita: berkisah kepahlawanan dan cinta, berlatarkan kehidupan di masa lalu, di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki, pedang dan kuda muncul di berbagai bagian buku, adegan tarung pedang digelar di beberapa bagian. ('turquoise: pukauan prosa laga' oleh Wawan Eko Yulianto, di http://wawanekoyulianto.multiply.com/reviews/item/31, posting tgl 25 desember 2007. selanjutnya WEY.)


Turqouise dalam perjalanannya menawarkan kesegaran baru dalam prosa Indonesia , khususnya fantasi epik. Ia menjadi sesuatu yang unik dengan berlatarkan kehidupan di negeri bernuansa Arab-Afrika. Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui dalam novel-novel Indonesia pada masa kini, Turquoise menjadi semacam katarsis penyegaran dan alternatif baru bagi kita dengan alur yang tak bersolek berlatarkan kehidupan di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab
atau Turki. Adegan pertarungan dengan senjata pedang digelar di beberapa bagian ... ('kesegaran fantasi epik' oleh Donny Anggoro, Sinar Harapan 19 Januari 2008.)

Dua hal ini, setting Arab-Afrika dan persilatan, mungkin akan mengingatkan kita kepada Negeri Senja Seno Gumira Ajidarma. Namun, terlepas dari dua hal itu, kedua novel ini jauh berbeda ... (WEY)

Dua hal penting, setting Arab-Afrika dan persilatan mungkin sedikit mengingatkan kita kepada novel Negeri Senja-nya Seno Gumira Ajidarma. Namun terlepas dari dua hal itu, kedua novel ini jauh berbeda ... (DA)

Dikisahkan, seorang pemuda terlahir dan tinggal bersama orang tuanya sebagai pelayan di rumah besar milik saudagar kaya raya Youssef. Pemuda ini, Husayn namanya, tumbuh menjadi seorang perjaka yang tampan dan mempesona di mata Safira, putri tuan Youssef. Pada akhir masa remajanya, Qadrii, sepupu Safira, anak kepala kampung yang terhormat, juga sahabat Husayn, meminang Safira. Namun Safira yang telanjur menyukai dan mengikat janji dengan Husayn dengan serta-merta menolaknya. Bahkan, kepada ayahnya, Safira memproklamasikan cintanya kepada Husayn, si anak pelayan. Murka, dan kehilangan muka, membuat tuan Youssef mengusir Husayn beserta keluarganya. Safira pun menjadi sasaran kemarahan. Sebuah "wahyu" membimbing Safira menjadi seorang mistikus tabib yang menyerahkan hidupnya di jalan Tuhan. Husayn pun menemukan jalan takdirnya, menjadi penjaga gerbang kota, dan kemudian menjadi tentara pembela kota dari para penyamun padang pasir.

Dengan latar belakang seperti ini, kisah pun berkembang: Safira menemui ajal dan Husayn, yang telah terputus kabar dari Safira, bertumbuh menjadi "Singa Padang Pasir". (WEY)

Novel ini mengisahkan seorang pemuda bernama Husayn yang tinggal bersama orangtuanya sebagai pelayan di rumah besar milik saudagar kaya raya Youssef. Husayn tumbuh menjadi seorang perjaka yang tampan dan mempesona di mata Safira, putri saudagar Youssef. Pada akhir masa remajanya, Qadrii, sepupu Safira, anak kepala kampung yang terhormat, juga sahabat Husayn, meminang Safira. Namun Safira yang telanjur menyukai dan mengikat janji dengan Husayn menolaknya. Kepada ayahnya Safira mengumumkan cintanya kepada Husayn, si anak pelayan. Dipenuhi rasa murka, saudagar Youssef kemudian mengusir Husayn beserta keluarganya. Safira pun menjadi sasaran kemarahan. Sementara itu dalam masa pengembaraannya Husayn menemukan jalan menjadi penjaga gerbang kota , dan kemudian menjadi tentara pembela kota dari serbuan penyamun padang pasir. Kisah kemudian berkembang pada Safira yan menemui ajal. Sementara itu Husayn yang telah terputus kabar dari Safira tumbuh menjadi tentara dengan julukan "Singa Padang Pasir". (DA)

Kita pun juga diajak merenungi arti persahabatan yang sirna karena cinta, cinta yang musnah karena ketamakan, dan rasio yang kalah oleh amarah ... (WEY)

Dalam novel setebal 411 halaman ini pembaca seolah diajak merenungi kembali arti persahabatan yang sirna karena cinta, cinta yang musnah karena ketamakan, dan rasio yang kalah oleh amarah. (DA)

saya kira ini sudah cukup bukti (masih ada yg lain, silakan bandingkan sendiri tulisan asli di blognya wawan yg sudah saya kasih linknya di atas dan posting titon sebelumnya yg mengcopypaste copypaste-annya donny anggoro di sinar harapan) kalau donny anggoro memang ahli copypaste.

saya sudah meminta kepada wawan secara pribadi utk protes ini kepada sinar harapan, tolong akmal kasih dia deh nomor hapenya sihar (dia masih yg ngurus kaya ginian buat sinar harapan bukan?)

ini penting.

mikael.

Tidak ada komentar: